Selasa, 29 November 2011

Artikel Tentang Macam – Macam Seni


Di zaman sekarang ini seni memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan IPTEK. Kita tidak bisa terlepas dari yang namanya seni, tanpa adanya seni hidup kita tidak akan indah, karena seni merupakan hal pendukung terbentuknya keindahan. Misalnya saja rumah, tanpa adanya rasa keindahan, maka rumah yang kita huni sekarang ini akan bermodel kuno. Begitu juga dengan tekhnologi yang sekarang ini berkembang, pasti didukung dengan adanya seni. Contohnya adalah motor, motor zaman dulu dengan yang sekarang pasti mempunyai model yang berbeda. Pastinya yang sekarang lebih bagus dari pada yang dulu. berikutu ni adalah macam macam seni yang akan saya jelaskan secara umum : 

Macam Macam Seni 

1. Seni Rupa
Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar, lukis, patung, grafis, kerajinan tangan, kriya, dan multimedia.
Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis, kemampuan memahami dan membuat patung, kemampuan memahami dan berkarya grafis ,kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan, serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. Terminologi in pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan.
Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar, lukis, patung, kerajinan tangan kriya dan multimedia. berhubungan dengan unsur cabang kesenian.

2. Seni Musik
Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. Unsur lain dalam bentuk harmoni, melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling, gambang kromong, gamelan, angklung, rebana, kecapi, dan kolintang serta arumba. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano, gitar, flute, drum, musik elektronik, sintetiserr, seksopon, dan terompet.
Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik, pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni, melodi dan notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. Di sisi lain, kemampuan memahami dan membuat notasi, kemampuan mengaransemen, serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil, serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur, bunyi yang berirama, serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme, melodi maupun harmoni. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik, ekspresionis, eksperimentalis, dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi, interval, dan harmoni secara varian.
Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami, dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya.

3. Seni Teater
Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater, kemampuan memahami dan membuat naskah, kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater.
Di sisi lain, kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting, pembawaan, diksi, intonasi, pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki.

4. Seni Tari
Media ungkap tari adalah gerak. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan, kebahagiaan, baik dari koreografer, peraga dan penikmat atau penonton.
Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan, kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Kemampuan memahami an berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi, di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. Sebagai penyesuaian abad modern, kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak, dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah.di mana tarian tersebut berasal.
Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler, tradisional maupun nontradisional. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern, produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman.Seni tari memerlukan media gerak. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan, maka gerakan tari semakin halus, estetis, dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati.Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. Oleh sebab itu, sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. Dalam perkembangannya, seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun, hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Pada masyarakat modern yang dinamis ini, kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik, guru-guru tari yang profesional, dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. Oleh sebab itu, beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional.

5. Kerajinan Tangan
Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir, renda, seni lipat,seni dekoratif, serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. Secara aktual kesenian yang ada berwujud musik, rupa, teater, dan tari secara multilingual, multikultural, dan multidimensional.
Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi, mana cabang seni yang paling kalian senangi. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali.

6. Seni Berwawasan Teknologi
Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru.Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih.
Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni, seperti seni peran (khususnys sinetron), pendokumentasian (sinema), audio-visual (keproduseran) dan lain-lain. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih.
Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. Dengan imajinasi, seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru, menciptakan hal baru, serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada.
Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak, rupa, bunyi, dan suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh, bahasa gerak, serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis.

Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide, dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan.
Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual, multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni.
  1. Menyiapkan pendidikan yang sejajar,
  2. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya
  3. Memberikan nilai masyarakat, Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan, serta,
  4. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya.
Dalam ranah khusus, konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. Sebagai bahan kajian, jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas, memiliki kompetensi, memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun d lingkup pendidikan formal yang dimiliki.
Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya, teknik, dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif, jadwal terprogram, serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini.
  1. Menekankan kepada produk/hasil,
  2. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan,
  3. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah,
  4. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional,
  5. Prosedur imitatif, latihan, demonstrasi, dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya,
  6. Kemampuan, kemahiran, dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri, dan berkelompok koloni.
  7. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan.
  8. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional, artis dan koreografer.
Itu tadi adalah sekilas penjelasan saya tentang seni yang mudah mudahan akan bisa menambah wawasan teman teman tentang seni. “Jadilah seniman yang baik, seniman yang baik tidak membutuhkan alkohol untuk mendapatkan inspirasi”.






Artikel Tentang Seni dan Teater

A. Wawasan Seni
Wawasan seni adalah pandangan, sikap, pendekatan, dan pengertian teatang prinsip berkesenian dan terhadap hasil karya seni. Kesenian adalah setiap hasil karya manusia yang mengandung keindahan atau setiap ekspresi (ugkapan ) diri manusia yang hendak menyampaikan gejolak jiwanya melalui proses penciptaan yang didasarkan atas nilai etis dan estetis. Wawasan yang akan dibahas disini adalah wawasan seni yang dikaitkan dengan pendidikan kesenian disekolah umum.
Pada dasarnya setiap manusia mempunyai kepekaan terhadap rasa keindahan yang sama. Adapun yang membedakan manusia satu dengan lainnya adalah kadar kepekaannnya. Apabila kadar kepekaan terhadap rasa keindahan orang dapat memberikan tanggapan penghargaan dan penilaian yang dari lainnya. Kepekaan terhadap rasa keindahan dapat dilatih dengan menghadapkan seseorang kepada suatu hasil ungkapan yang berwujud hasil karya seni, melalui sentuhan-sentuhan inderawi dengan menggunakan kepekaan rasa yang dimiliki. Tinggi rendahnya penghargaan terhadap karya seni bergantung pada kadar kepekaan terhadap rasa keindahan yang dimiliki seseorang.
Pendidikan kesenian di sekolah menengah umum pada dasarnya memberikan bekal kepada siswa untuk dapat mempertinggi dan mempertajam kadar kepekaannnya terhadap rasa keindahan. Hasil karya seni yang dinamakan kesenian merupakan hasil budi daya manusia yang diungkapkan dengan menggunakan kepekaan rasa estetik (rasa keindahan) terhadap lingkungan sekitar. Dalam proses mewujudkan keingginan manusia berekspresi dapat dipilih suatu media yang diinginkan antara lain gerak, suara, bunyi, laku, bahan, warna, dan garis. Bentuk karya seni dapat berupa :
1. Seni sastra ( menggunakan media ekspresi kata atau bahasa )
2. Seni tari ( menggunakan media gerak tubuh)
3. Seni musik (menggunakan media ekspresi bunyi dan suara)
4. Seni teater (menggunakan media ekspresi laku dan suara )
5. Seni rupa ( menggunakan media ekspresi bahan, garis, wujud )

Berdasarkan media yang digunakan, kesenian dibagi kedalam 3 kelompok, yaitu :
1. Seni sastra : prosa ( cerpen, novel dan esai) dan puisi
2. Seni pertunjukan : musik, tari dan drama
3. Seni rupa : lukisan, patung, kriya, grafis dan arsitektur.

Sesuai dengan pengertiannya, seni sebagai alat ekspresi gejolak jiwa manusia. Oleh sebab itu pendidikan yang diajarkan hendknya menyangkut masalah:
1. Mempelajari proses penciptaan karya seni
2. Mengenal unsur - unsur seni
3. Merasa ikut serta dalam proses penciptaan

Dalam pendidikan seni teater di sekolah menengah umum, kalau siswa disuruh mencoba praktik berakting atau menyutradarai suatu pertunjukan, sebenarnya dia sekaligus dilatih untuk ikut merasakan dan mencoba proses penciptaan tersebut, dan diharapkan dapat berpartisipasi aktif. Dalam proses ini, jika siswa tidak mampu bermain ( berakting ) dengan baik, hal itu tidak jadi Yang penting adalah bahwa siswa ikut berpartisipasi. Siswa tidak ijadi peaain teater yang baik, tetapi siswa dirancang dan dilatih untuk merasakan bagaimana suatu proses penciptaan dilakukan. Disini bukan sebagai tujuan tetapi sebagai sarana pendidikan.

B. PENGERTIAN SENI TEATER
Kata teater beasal dari kata Yunani lama ' Theatron ' yang berarti gedung atau tempat pertunjukan. Kata Yunani Theatron diturunkan dari kata Theomai yang berarti' dengan takjub melihat atau memandang' sehingga teater secara luas dapat diartikan ;
1. Gedung pertunjukan atau tempat kegiatan seni dilakukan
2. Publik atau auditorium/ tempat penonton menyaksikan pertunjukan
3. Karangan/cerita yang mengenai kegiatan

Teater adalah segala bentuk pertunjukan yang ditonton oleh publik atau penonton disuatu tempat. Drama yang berasal dari kosa kata Yunani Dran yang artinya berbuat, bergerak atau berlaku. Drama mempunyai pengertian yang lebih sempit dibanding dengan teater, drama berarti laku yaitu syatu ekspresi kesenian memperagakan suatu cerita ( hasil sastra yang disebut lakon ) dalam suatu pertunjukan yang menggunakan laku atau dialog ( kata ) sebagai alat unkapnya.. Sandiwara berasal dari bahasa Jawa yaitu dari kata Sandi dan Warah. Sandi artnya rahasia, sedangkan Warah artinya pengajaran, ki hadjar Dewantara mengartikan Sandiwara sebagai pengajaran yang dilakukan lewat perlambang. Dengan demikian teater dapat di rumuskan sebagai berikut
Teater adalah suatu kegiatan berekspresi yang bertolak dari alur cerita yang dipertunjukan dengan menggunakan tubuh sebagai media utama, sedangkan dalam proses penciptaannnya digunakan unsur gerak, suara , bunyi dan rupa yang disampaikan kepada penonton.
Berdasarkan rumusan diatas, unsur-unsur teater terdiri atas :
1. Tubuh sebagai media utama (pemeran,pelaku.pemain)
2. Gerak sebagai assar penunjang ( gerak tubuh dan peran )
3. Suara sebagai unsur penunjang utama (kata/dialog/ucapan dan peran)
4. Banyi sebagai unsur pembantu penunjang (bunyi benda,efek dan musik )
5. Rupa sebagai unsur pembantu penunjang ( setting,dekorasi,kostum dan cahaya)
6. Cerita sebagai unsur utama penjalin proses penciptaan suatu bentuk seni teater.

Pendidikan seni teater sebenarnya adalah pendidikan tentang kehidupan manusia, lengkap dengan problema yang terdapat dalam kehidupan, pendidikan moral, watak/karakter, konflik kehidupan, dan segala aspek kehidupan lainnya. Dalam kelompok seni, teater merupakan kelompok seni yng kolektif artinya adalah bahwa proses penciptaan suatu hasil karya seni teater tidak dapat dikerjakan atau diciptakan oleh satu orang, tetapi dilakukan atau dibantu oleh beberapa orang, seni kolektif menuntut suatu kerjasama ensamble yang dipimpin oleh seorang sutradara. Dengan mempelajari proses penciptaan karya seni teater, berarti kita juga belajar bekerja sama dengan orang lain, menghargai orang lain dan taat pada ketentuan kebersamaan.


C. PENGETAHUAN TEATER

1. Pengenalan Bentuk Teater
Bentuk teater di Indonesia terdiri atas Teater Tradisional dan Teater Modern.Teater Tradisional adalah suatu bentuk seni teater yang berakar dan bersumber dari tradisi masyarakat lingkungannya. Tetare ini dihasilkan oleh kreativitas suku bangsa Indonesia di beberapa daerah dan bertolak dari tradisi yang sejalan dengan tata kehidupan dan kebudayaan daerah serta adat istiadat masyarakatnya. Teater Tradisional adalah milik masyarakat yang pengolahannya didasarkan atas cita rasa seniman pendukungnya, erat hubungannya dengan kehidupan dan pandangan hidup serta nilai tradisi yang dimilikinya. Teater Tradisional bertolak dari sastra lama, sastra lisan. Karena bertolak dari sastra lisan, maka cara pengungkapan bentuk teaternya dilakukan dengan spontan, yaitu melalui ungkapan yang improvisatoris.
Teater Modern adalah suatu bentuk yang sering disebut sebagai Teater Tidak jarang menyebutkannya sebagai Teater naskah karena Mmkm bertitik tolak dari karya sastra, yang disusun untuk suatu lakon Secara teknis Teater Modern, bersumber dari konsep «rnkai oieh teknik dan hukum dramaturgi. Konsep teknis idah dituangkan dalam aturan dan tatanan yang orang yang berminat mempelajarinya. Oleh karena itu, yang akan diajarkan bertolak dari pendekatan teknis Teater modern (Barat).

2. Dramaturgi
Dramaturgi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk drama, yang ak dari suatu lakon yang akan diperrunjukan diatas panggung. Seni drama pada hakekatnya adalah bentuk kesenian yang memantulkan perikehidupan manusia dengan segala masalahnya dalam bentuk permainan diatas panggung yang bertolak dari naskah lakon. Penggambaran prilaku diatas panggung tidak cukup hanya secara badaniah/jasmaniah, yaitu gerak laku yang terlihat mata tetapi juga mneggambarkan, gerak laku rohaniah/batiniah. Gerak laku lahiriyah pada hakekatnya adalah ungkapan dari gerak rasa batiniah, yang dirasakan secara emosional lalu diungkapkan atau terpancar lewat gerak laku lahiriah. Perikehidupan manusia bersendi pada unsur - unsur psikologi yang menentukan sepak terjang dan sikap hidupnya dalam masalah yang dihadapi menurut watak/karakter dan kepribadiannya.
Dalam seni drama, suasana akan terasa lebih hidup, lebih bergerak, dan lebih dinamis apabila didalamnya terdapat konflik dan benturan - benturan. Hakekat seni drama ialah pengungkapan dalam bentuk laku segala kemampuan psikis (kemampuan kejiwaan) yang terkandung dalam diri manusia setelah mendapat rangsangan dari konflik - konflik dalam kehidupan. Isi drama pada umumnya adalah masalah kehidupan manusia yang lengkap dengan konflik dan segala aspek kehidupan. Seniman yang bergerak di bidang teater harus menguasai persoalan dramaturgi, baik seniman tersebut sebagai pengarang lakon maupun sebagi sutradara, bahkan para pemain dan seluruh staf produksi pun harus mnegenal apa yang disebut drmaturgi.
Lakon sebagai suatu karya teater belumlah lengkap sebagai suatu hasil karya seni teater sebelum dipentaskan di atas panggung atau divisualkan, yaitu diperagakan secara visual diatas panggung. Dramaturgi adalah ilmu yang mengungkapkan seluk beluk lakon untuk dapat dipertunjukan atau divisualkan ujud peragaan diatas panggung. Dalam pementasan suatu drama, unsur yaag dapat “menghidupkan” naskah lakon diatas pentas adalah laku (action) atau disebut juga gerak laku. Nilai dramatik yang terkandung didalamnya diperoleh dari laku tersebut, sedangkan laku dapat muncul karena adanya konflik dalam lakon.

3. Dramatik dalam lakon
Unsur utama lakon adalah laku dramatik, sedangkan laku dramatik ditimbulkan dek adanya konflik. Konflik terdapat dalam kehidupan lakon, padahal hakekatnya adalah penggambaran kehidupan sebenarnya di atas panggung. Suatu pementasan tema dapat hidup apabila kita dapat memunculkan laku tersebut.

4. Konflik sebagai Unsur Pokok Sebuah Drama
Konflik pada hakekatnya terdapat dalam kehidupan. Karena sebuah lakon menggambarkan kehidupan, maka lakon harus mengandung konflik yang sering disebut krisis, tekanan, ataupun ketegangan. Krisis, tekanan atau ketegangan seringkah melibatkan konflik. Ada tiga tipe dasar yang menyebabkan terjadinya konflik:
a. Konflik antara manusia dengan manusia
Dalam hal ini konflik dapat bersifat fisik ( adu kekuatan, bertengkar, adu mulut, berkelahi) atau dapat juga bersifat mental,( memeras otak untuk saling mengungguli).
b. Konflik antara manusia dan dirinya sendiri
Dalam hal ini konflik umumnya bersifat kejiwaan, mental, dan moral. Konflik antara karakter seseorang, ketamakan, ambisi, cinta, tugas, dan kesadaran moral.
c. Konflik antara manusia dan kekuatan luar
Dalam hal ini konflik mencakup masyarakat, alam lingkungan, Tuhan, takdir, atau nasib.

5. Tata Pentas
Tata pentas dalam pementasan drama sangat penting karena setidaknya dapat memperlihatkan tempat kejadian yang berhubungan dengan ruang waktu dan kapan kejadian tersebut terjadi. Penampilan tata pentas lebih menghidupkan drama yang akan dipertunjukan. Aliran apa. yang dianut dalam menciptakan tata pentas sudah dapat dilihat pada kesan pertama secara visual. Kehadiran tata pentas, disamping merupakan sarana pendukung dalam pementasan, dapat lebih menghidupkan suasana cerita yang dipentaskan.

6. Fungsi Teater di Indonesia
Di Indonesia kegiatan seni teater mempunyai berbagai fungsi:
a. Teater untuk keperluan upacara Teater tradisional di Indonesia pada umumnya di zaman dahulu banyak digunakan untuk keperluan upacara, bahkan upacaranya sendiri dilakukan dalam bentuk kegiatan teater. Tiap pemain, yaitu peserta upacara, merupakan penonton dan sekaligus juga ikut aktif dalam upacara itu sendiri.
b. Teater untuk keperluan ekspresi seni dan hiburan Teater tradisional, setelah digunakan untuk keperluan upacara, diperlukan juga untuk masyarakat lingkunganya, yaitu untuk hiburan. Seni pertunjukan yaitu kegiatan kesenian yang memang dipersiapkan untuk dipertunjukan di depan penonton. Unsur suatu seni pertunjukan :
1. Materi kegiatan
2. Seniman yang melakukan kegiatan
3. Penonton yang menyaksikan kegiatan
c. Teater untuk keperluan penyampaian pesan Teater untuk keperluan hiburan pada mulanya hanya untuk keperluan mengisi waktu senggang dengan maksud untuk menghibur diri. Dalam perkembangannya, para seniman teater ingin sekaligus memanfaatkan fungsi teater sebagai media penyampaian pesan, yaitu dapat berupa pendidikan atau penerangan. Unsur penciptaan teater menjadi sangat penting, yaitu dengan munculnya cerita - cerita yang berkaitan dengan karya sastra.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar